Home / Regional / All News / Ridwan Kamil Lepaskan 40 Ekor Jalak

Ridwan Kamil Lepaskan 40 Ekor Jalak

BANDUNG, eljabar.com — Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil melepas 40 ekor burung Jalak Kerbau/Javan Myna di Kebun Binatang Bandung, Sabtu (17/11/2017).

Menurut Emil, wilayah di Kota Bandung merupakan wilayah yang ekologis dan cocok untuk ditempati oleh hewan khususnya burung.

“Kota Bandung ini wilayah yang ekologis, apalagi di kawasan Taman Sari yang udaranya lebih sejuk dan sering dihuni oleh beberapa burung. Maka dari itu kita lepaskan 40 burung untuk lebih beradaptasi dan mandiri dalam mencari makan,”ujar Emil.

Usai melepas burung Jalak Kerbau, Emil lanjut meresmikan Kandang Gajah di kawasan Kebun Binatang Bandung. Dirinya menyampaikan, kandang gajah yang dilihat saat ini lebih bersih dan tertata dengan baik.

Dengan luas kandang yang cukup besar, maka Gajah pun akan lebih leluasa tinggal dan bergerak setiap harinya.

Menurutnya, Kebun Binatang Bandung saat ini lebih tertata dan menunjukkan perkembangan yang lebih baik.

Dirinya berpesan, ada tiga hal yang menjadi kunci kebun bintang yang baik. Pertama adalah jadikan kebun binatang lebih profesional, gunakan area tersebut menjadi area piknik untuk warga, dan manfaatkan sebaik mungkin  jika ada lahan yang kosong, jadikan tempat yang bermanfaat, salah satunya taman bunga.

“Dengan tujuan demikian, insyaallah kebun binatang Bandung menjadi kebun binatang profesional. Jika hal tersebut hadir, maka tempat ini sering dikunjungi oleh wisatawan,”tuturnya.

Sementara itu menurut Ketua Pelaksana pelepasan Burung Kerbau sekaligus ketua Taman Safari Indonesia Tomy Sumampau menyampaikan, Tujuan pelepasan burung agar burung dalam kandang bisa mendapatkan sumber pakan di luar. Sehingga jika burung burung tersebut tidak balik lagi, maka bisa dikatakan mereka sudah mandiri dan bisa mencari pakan sendiri.

Lanjutnya, sebelum dilepas liarkan, ada simulasi lebih dari 6 bulan dilakukan untuk simulasi yang namanya soft release.

“Simulasi tersebut dilakukan selama 6 bulan, jadi kandaing dibuka dari pagi sampai sore hari. Dan didata dahulu berapa burung yang keluar sampai tidak balik lagi. Jika yang masih kembali lagi kandang, berarti mereka belum mandiri untuk mencari makan. Tetapi sebaliknya, jika mereka tidak balik lagi, berarti burung tersebut sudah bisa mencari makan,” jelasnya. (red)

About andry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*