Home / Regional / All News / Ribuan Kios Pedagang di Pasar Baru Tutup, Kinerja PD Pasar Bermartabat Dituding Jadi Biang Kerok
Bandung, matakota.com -- Sepi pembeli, sejumlah pedagang di Pasar Baru Kota Bandung, dikabarkan terpaksa menjual atau menyewakan kios. Sejak delapan bulan terakhir pandemi Covid 19, pendapatan para pedagang mengalami penurunan secara drastis. Berdasarkan data Himpunan Pedagang Pasar Baru (HP2B), sejak diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), ribuan kios tutup. “Dari 5.200 ruang dagang, hampir 60 persen sudah tidak sanggup lagi berjualan dan berniaga,” ujar Ketua HP2B Bandung, Iwan Suhermawan. Banyaknya toko yang tutup dan bangkrut di Pasar Baru Bandung juga menyebabkan ribuan pelayan toko dipecat dan dirumahkan. “Bisa dikatakan Pasar Baru Bandung adalah klaster baru yang melahirkan pengangguran di Kota Bandung,” ungkapnya. Dibeberkan Iwan, selain akibat pandemi Covid-19, para pedagang terpaksa menjual atau menyewakan kios karena lemahnya kinerja PD Pasar Bermartabat selaku pengelola. "Tidak berdampak signifikan dikelola PD Pasar Bermartabat, justru jadi mundur," ujar Iwan, Selasa (10/11/2020). Menurutnya, PD Pasar Bermartabat tidak dapat mengelola Pasar Baru dengan jumlah pedagang yang mencapai 5.000 lebih. Ia meminta Wali Kota Bandung, Oded M Danial untuk menunjuk atau melelang pengelolaan Pasar Baru kepada swasta atau pihak ketiga. "Pengelola harus profesional dan mampu mengakomodir kepentingan pedagang. Kembalikan kepercayaan pedagang ke Pasar Baru agar pengunjung bisa ramai lagi belanja," ujarnya. Wali Kota Bandung, Oded M Danial mengaku sudah memanggil direktur PD Pasar Bermartabat terkait proses lelang pengelolaan pasar. Menurutnya, keputusan akan muncul dalam waktu dekat. "Kita sudah undang Dirut PD Pasar, beliau sampaikan ke Mang Oded masih on progress dan insya Allah bulan Desember ini ada pemenangnya," ujar Oded. (DRY)

Ribuan Kios Pedagang di Pasar Baru Tutup, Kinerja PD Pasar Bermartabat Dituding Jadi Biang Kerok

Bandung, matakota.com — Sepi pembeli, sejumlah pedagang di Pasar Baru Kota Bandung, dikabarkan terpaksa menjual atau menyewakan kios. Sejak delapan bulan terakhir pandemi Covid 19, pendapatan para pedagang mengalami penurunan secara drastis.

Berdasarkan data Himpunan Pedagang Pasar Baru (HP2B), sejak diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), ribuan kios tutup.

“Dari 5.200 ruang dagang, hampir 60 persen sudah tidak sanggup lagi berjualan dan berniaga,” ujar Ketua HP2B Bandung, Iwan Suhermawan.

Banyaknya toko yang tutup dan bangkrut di Pasar Baru Bandung juga menyebabkan ribuan pelayan toko dipecat dan dirumahkan.

“Bisa dikatakan Pasar Baru Bandung adalah klaster baru yang melahirkan pengangguran di Kota Bandung,” ungkapnya.

Dibeberkan Iwan, selain akibat pandemi Covid-19, para pedagang terpaksa menjual atau menyewakan kios karena lemahnya kinerja PD Pasar Bermartabat selaku pengelola.

“Tidak berdampak signifikan dikelola PD Pasar Bermartabat, justru jadi mundur,” ujar Iwan, Selasa (10/11/2020).

Menurutnya, PD Pasar Bermartabat tidak dapat mengelola Pasar Baru dengan jumlah pedagang yang mencapai 5.000 lebih. Ia meminta Wali Kota Bandung, Oded M Danial untuk menunjuk atau melelang pengelolaan Pasar Baru kepada swasta atau pihak ketiga.

“Pengelola harus profesional dan mampu mengakomodir kepentingan pedagang. Kembalikan kepercayaan pedagang ke Pasar Baru agar pengunjung bisa ramai lagi belanja,” ujarnya.

Wali Kota Bandung, Oded M Danial mengaku sudah memanggil direktur PD Pasar Bermartabat terkait proses lelang pengelolaan pasar. Menurutnya, keputusan akan muncul dalam waktu dekat.

“Kita sudah undang Dirut PD Pasar, beliau sampaikan ke Mang Oded masih on progress dan insya Allah bulan Desember ini ada pemenangnya,” ujar Oded. (DRY)

About andry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*