Home / Regional / All News / Rampungkan Jembatan Cihambulu, Pemkab Purwakarta Siapkan Rp11 Miliar

Rampungkan Jembatan Cihambulu, Pemkab Purwakarta Siapkan Rp11 Miliar

JembatanCinambulu_1PURWAKARTA, matakota.com — Pemerintah Kabupaten Purwakarta segera menyelesaikan pembangunan Jembatan Cihambulu awal Juli mendatang. Jembatan yang menghubungan Purwakarta dan Subang melalui Desa Cijunti ini sempat tertunda pengerjaannya karena kendala teknis. Kendala tersebut terjadi karena pembangunan jembatan ini melibatkan dua kabupaten yakni Purwakarta dan Subang. Pihak Pemerintah Kabupaten Subang membuat tiang pancang yang rawan tergerus air sehingga membuat Pemerintah Kabupaten Purwakarta berpikir ulang untuk mengikuti konstruksi dasar yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Subang.
Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Purwakarta Budi Supriadi saat ditemui di Desa Cijunti, Jum’at (10/6/2016) mengatakan bahwa pihaknya sudah berkomitmen untuk segera menyelesaikan pembangunan jembatan yang berdiri diatas Sungai Cilamaya ini. Ia menjelaskan jembatan Cihambulu memiliki panjang 65 meter berikut akses jalan sepanjang 650 meter. Seluruh biaya pembangunan ini dibebankan kepada APBD Kabupaten Purwakarta. “Kalau ditotal kita menyiapkan Rp11 Milyar dengan rincian Rp2 Milyar untuk pembebasan lahan warga, sisanya Rp9 Milyar untuk pembangunan jembatan dan jalan, semua pihak tidak akan kehilangan kontrol terhadap transparansi anggarannya,” jelas Budi kepada Humas Pemerintah Kabupaten Purwakarta.
Budi sempat mengungkapkan kesulitan jajarannya dalam menyelesaikan pembangunan jalan. Kontur tanah daerah setempat yang kebanyakan persawahan menjadikan kondisi tanah menjadi labil sehingga konstruksi beton menjadi solusi cepat penyelesaian proyek jalan yang terintegrasi dengan jembatan. “Disini kebanyakan area persawahan. Hanya empat rumah warga yang kami bebaskan tanahnya, sisanya sawah. Karena kondisi tanah persawahan rata-rata labil. Maka kami pilih konstruksi beton,” ungkap Budi sambil berjalan diatas jalan beton yang berhasil dibangun jajarannya.
Sementara itu Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang ikut turun langsung melihat perkembangan pembangunan jalan beserta jembatan mengatakan tidak ada perjanjian yang mengikat antara Pemerintah Kabupaten Subang dengan Pemerintah Kabupaten Purwakarta. Dirinya bahkan sempat kaget melihat konstruksi jembatan yang kapan pun dapat membahayakan warga yang lewat karena rentan terhadap erosi dibawahnya. “Awalnya Pemerintah Kabupaten Subang membuat duluan, kemudian mereka melayangkan surat permohonan kepada Pemerintah Kabupaten Purwakarta untuk meneruskan pembangunan jembatan. Tetapi setelah kami lihat kok konstruksinya begini. Maka kami putuskan untuk membangun sendiri proyek ini. Lebar jembatan dan jalan semuanya 12 meter,” kata bupati yang akrab disapa Kang Dedi ini.
Alasan Pemerintah Kabupaten Purwakarta membuat konstruksi proyek dengan lebar 12 meter pun diungkapkan oleh Dedi. Menurut dia, Jalur Cihambulu adalah jalur aktif dengan mobilitas sangat tinggi karena menghubungkan Pabuaran, Patok Beusi sampai Cikampek sehingga dia ingin kebutuhan mobilitas warga terakomodir dengan baik. “Dalam kondisi jalur padat, silakan saja bayangkan masa harus saling tunggu untuk menyeberang jembatan. Solusinya kami buat 12 meter agar dapat dilalui dua jalur mobil untuk keluar masuk jembatan,” kata Dedi menjelaskan.
Kepala Desa Cijunti, Toha mengungkapkan bahwa warganya menyambut antusias pembangunan jembatan ini. Dia berharap urat nadi aktifitas ekonomi bisa semakin bergerak aktif karena didukung fasilitas infrastruktur yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta. “Kalau begini ceritanya warga kami akan senang, tidak perlu menunggu bergantian untuk melewati jembatan, perekonomian kami pun dapat terdukung dengan baik,” pungkas Toha. (HM/R018)

About andry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*