Home / Regional / All News / Pengakuan Sepihak Terkait Yerusalem, Anggota Komisi IX DPR RI Haerudin Kecam Kebijakan Donald Trump

Pengakuan Sepihak Terkait Yerusalem, Anggota Komisi IX DPR RI Haerudin Kecam Kebijakan Donald Trump

JAKARTA, matakota.com – Kebijakan Presiden Donald Trump atas pengakuan sepihaknya terkait Yerusalem sebagai ibukota Israel oleh Amerika beberapa waktu lalu yang berakibat menimbulkan keresahan di mana-mana, termasuk bagi masyarakat muslim di belahan dunia termasuk Indonesia. Tak terkecuali Anggota Komisi IX DPR RI Haerudin yang ikut mengecam kebijakan Amerika tersebut.
Bukan hanya itu, kebijakan Donald Trump tersebut dinilainya akan semakin menyulitkan dialog perdamaian di kawasan timur tengah untuk membangun kondisi dunia yang lebih kondusif. Sementara, sambungnya, sudah menjadi tugas Pemerintah RI untuk terlibat aktif dalam perdamaian dunia.
Oleh karenanya, ia mendesak agar pemerintah melakukan aksi nyata dalam menanggapi pernyataan Donald Trump. Desakan itu ia sampaikan melalui interupsinya di sidang paripurna II DPR Masa Sidang 2017-2018 dengan materi sidang penutupan masa sidang I DPR RI 2017-2018 di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (11/12/2017).
“Kita sebagai bangsa yang memiliki keberpihakan terhadap kemanusiaan, menilai perbuatan Trump itu pelanggaran terhadap hukum dan HAM internasional,” ujar anggota Fraksi PAN ini.
Pernyataan Presiden Donald Trump yang kontroversial itu belakangan ini telah memicu reaksi masyarakat dunia. Pengakuan sepihaknya ditegaskan Haerudin bukanlah perkara biasa, dampak kebijakan ini tentunya akan berimbas besar terhadap bangsa Palestina.
“Bukan hanya untuk bangsa Palestina, hal ini pun menjadi perhatian umat muslim dunia. Pasalnya, selama ini bangsa Palestina tidak mudah menghadapi dominasi Israel di bumi Palestina,” ujarnya.
Meskipun Presiden Jokowi telah menyampaikan pernyataan tegasnya atas klaim Trump ini, namun Haerudin menilai hal itu belumlah cukup. Sebab, ditegaskannya, Pemerintah RI harus bisa melakukan lebih dari itu. Pembelaan pemerintah terhadap Palestina harus terus dilakukan sebagai negara berdaulat.
Sebelumnya Indonesia meminta AS mempertimbangkan kembali keputusan yang dibuat tersebut. Bahkan keputusan itu telah melanggar berbagai resolusi di PBB, di mana AS menjadi anggotanya, dan hal itu bisa menguncang stabilitas keamanan dunia.
“Indonesia mengecam keras pengakuan sepihak Amerika serikat terhadap Jerusalem sebagai ibu kota Israel,” kata Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor hari Kamis (7/12/2017). (Red)

About andry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*