Home / Regional / All News / Macet Kian Parah, Pemkab Bekasi Bak ‘Linglung’ Cari Solusi

Macet Kian Parah, Pemkab Bekasi Bak ‘Linglung’ Cari Solusi

BEKASI, matakota.com — Calon Anggota Legislatif (Caleg) Dapil IX DPRD Jawa Barat dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Djohan Tansuri, mengkritisi lemahnya kinerja jajaran terkait Pemkab Bekasi untuk mengatasi kian parahnya kemacetan lalu lintas diberbagai titik ruas jalan. “Kian hari kian parah, pemda seperti linglung mencari solusi,” ujarnya.

Diungkap politisi yang akrab disapa JT ini, setidaknya ada lima titik simpul kemacetan, yakni di Pasar Tambun, Pasar Induk Cibitung, perempatan Plaza Sentra Grosir Cikarang (SGC), Pasar Tumpah Lemahabang, serta perbatasan Kab Bekasi-Kab Kerawang.

“Lima titik itu paling parah, kian hari kian semrawut. Wajar kalau kita bertanya apa saja kerja mereka, punya solusi tidak?,” tegas JT.

Menurutnya, kondisi kemacetan, terutama pada akhir pekan dan awal bulan, sangat parah. Ratusan kendaraan terparkir di sepanjang ruas jalan protokol yang berimbas kemacetan tidak hanya terjadi di ruas jalan protokol saja, namun juga di jalan kolektor.

Dituturkan, kebijakan pemkab sepatutnya tepat menyasar pada akar penyebab kemacetan, bukan malah sebaliknya. Ambil contoh kemacetan di Pasar Tambun. Dari identifikasi pihak terkait, penyebab kemacetan karena lokasi pasar yang berada di jalan negara sehingga banyak dilalui pengendara mobil pribadi dan angkutan umum.

“Nah, kalau solusi kebijakan pemkab hanya berupa pemasangan CCTV, itu jelas ngawur. Kalau pangkal masalahnya banyak dilalui kendaraan serta penyempitan bahu jalan oleh parkir dan pedagang, solusinya bisa dengan mengembalikan fungsi jalan seperti semula, fly over,  atau penataan kembali rute angkutan umum,” jelas JT.

Disebut JT, untuk titik simpul kemacetan di Pasar Induk Cibitung,  parkir on street yang memakan badan jalan, menjadi biang keladinya.

“Solusinya tentu bukan pemasangan CCTV tapi membenahi dan mencari  solusi yang tepat mengatasi akar masalahnya. Silahkan dikaji, apa memungkinkan di lokasi tersebut didirikan gedung parkir? Klo mungkin, yah beres itu masalah,” ujarnya.

Sedangkan untuk kemacetan di sekitar Plaza Sentra Grosir Cikarang (SGC), menurutnya, disebabkan keberadaan terminal bayangan yang menjadi tempat mangkal angkutan umum.

“Pemkab terkesan melakukan pembiaran, tidak punya nyali menegakkan aturan yang ada,” ujarnya.

Persoalan kemacetan di Kabupaten Bekasi, menurut JT, menjadi salah satu program prioritas pihaknya jika terpilih kelak. “Anggaran infrastruktur jalan kita perjuangkan kesini, kita ingin kondisi ruas jalan, terpelihara dengan baik,” ungkapnya. (M-01)

About andry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*