Home / Regional / All News / Kota Bandung Konsistensi Wujudkan Keselamatan Pengguna Jalan

Kota Bandung Konsistensi Wujudkan Keselamatan Pengguna Jalan

BANDUNG, matakota.com — Para  mitra internasional yang tergabung dalam Bloomberg Philanthropies Initaitive for Global Road Safety (BIGRS) mengapresiasi konsistensi Pemerintah Kota Bandung dalam mewujudkan keselamatan para pengguna jalan.

Hal itu terungkap saat sejumlah perwakilan BIGRS mengunjungi lima persimpangan di Kota Bandung, Rabu, (13/2/2019). Lima persimpangan tersebut yaitu simpang Asia-Afrika dan Alun-alun Timur, simpang Alun-alun Timur dan Dalem Kaum, simpang Dewi Sartika dan Kepatihan, simpang Ahmad Yani, Jalan Veteran dan Jalan Naripan, yang terakhir Simpang Cikudapateuh.

Lima persimpangan ini berlokasi di area komersial Kota Bandung dan telah bertransformasi meningkatkan keselamatan para pengguna jalan. Terutama bagi para pejalan kaki dan pengendara sepeda.

Lima titik persimpangan tersebut, sebelumnya, titik rawan kecelakaan. Oleh karenanya, Pemerintah Kota Bandung bersama BIGRS mentransformasinya menjadi lebih berkeselamatan.

“Dengan adanya transformasi, persimpangan jalan jadi lebih berkeselamatan. Bisa dilihat dari adanya zebra cross untuk penyeberang jalan. Adanya ‘space’ kosong yang bisa digunakan sebagai area komunal, misalnya untuk tempat berkumpul warga, khususnya anak muda,” kata Communication Officer BIGRS Bandung, Dianita Hapsari di sela-sela kunjungan.

Dianita mengungkapkan hal itu setelah melihat persimpangan di Jalan Ahmad Yani (Kosambi).

“Kedatangan para pakar international partners dari BIGRS ini untuk meninjau sejauh mana Kota Bandung berkembang dari segi keselamatan jalan,” ujar Dianita.

“Kita ingin melihat hasil simpangan jalan yang sudah ditransformasi menjadi lebih aman bagi seluruh pengguna jalan,” lanjutnya.

Kota Bandung merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang mendapat program bantuan teknis dari BIGRS.

Pemerintah Kota Bandung memang bertekad untuk terus meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan menerapkan rekomendasi infrastruktur. Di antaranya menyiapkan infrastruktur manajemen kecepatan dan menambah luas trotor dan “refuge islands” (tempat perlindungan pejalan kaki).

Di samping mentransformasi lima persimpangan, Pemerintah Kota Bandung bersama BIGRS telah menyelesaikan desain konseptual untuk sepuluh persimpangan lainnya, tiga koridor, dan delapan proyek trotoar. *red

About andry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*