Home / Regional / All News / Kios Pasar Rebo Disegel, Wakil Bupati Purwakarta Melakukan Mediasi

Kios Pasar Rebo Disegel, Wakil Bupati Purwakarta Melakukan Mediasi

PasarreboPURWAKARTA, matakota.com — Ratusan pedagang Pasar Rebo Simpang malam tadi melancarkan aksi protes Minggu (29/5) malam. Aksi ini dipicu oleh penyegegal secara sepihak yang dilakukan oleh PT SHP selaku pengelola pasar yang dibangun dengan biaya swasta tersebut. Pihak PT SHP merasa berhak untuk melakukan penyegelan tersebut karena para pedagang telah menunggak beberapa bulan dana cicilan kios mereka masing-masing.
Mengetahui aksi sepihak PT SHP, Wakil Bupati Purwakarta Dadan Koswara langsung turun ke lapangan untuk menemui para pedagang. Dadan segera memfasilitasi para pedagang dengan PT SHP untuk mediasi agar segera ditemukan solusi yang terbaik untuk kedua belah pihak yang berselisih. “Saya fasilitasi mereka agar mengedepankan pola dialog dalam mencari solusi atas permasalahan ini. Kalau perlu kedua belah pihak ini kita pertemukan dengan Pak Bupati, silakan ceritakan duduk perkaranya di hadapan beliau,” kata Dadan dengan nada tegas.
Dalam kesempatan tersebut Dadan meminta kepada PT SHP untuk membuka segel kios pedagang terlebih dahulu agar para pedagang dapat berjualan seperti biasa. “Sudah saya minta kepada PT SHP agar ini segel dibuka dulu. Kasihan para pedagang, mereka tidak bisa berjualan. Padahal nafkah mereka sehari-hari kan dari hasil berdagang,” ungkapnya seraya membela pada pedagang.
Permintaan Dadan pun akhirnya segera dituruti oleh PT SHP. Pedagang pun langsung menempati kembali kios yang sebelumnya disegel secara sepihak tersebut. “Kalau begini kan dialognya enak, tensi sudah turun, suasana sudah terkendali. Tinggal ngobrol PT SHP mau nya seperti apa tapi tolong perhatikan juga kemampuan pedagang disini sampai dimana,” kata Dadan yang kembali berpihak pada para pedagang.
Salah seorang pedagang, Didi Irawadi menuturkan bahwa penyegelan yang dilakukan oleh PT SHP sangat memukul mental dan psikologi pedagang. Kondisi ini ditambah dengan omset penjualan sehari-hari para pedagang yang teramat minim sehingga beban mental pedagang menjadi bertambah. Di satu sisi harus berjuang untuk membayar cicilan kios sementara di sisi lain mereka harus susah payah menjual dagangan mereka sendiri ditengah kondisi sepi pengunjung. “Seharusnya PT SHP memberikan solusi cerdas. Bukan menambah beban para pedagang. Mereka seharusnya giat melakukan promosi sebagaimana perusahaan swasta yang lain yang biasanya kreatif. Mereka minim inovasi sehingga omset penjualan kami sangat rendah,” keluh Didi kepada Humas Pemkab Purwakarta.
Aksi protes yang dilakukan oleh para pedagang pun segera berakhir setelah kios kembali dibuka oleh PT SHP atas permintaan Wakil Bupati Purwakarta Dadan Koswara. Pedagang pun membubarkan diri dengan tertib. (HM/R018)

About andry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*