Home / Regional / All News / Evi: Sistem Baru Diharapkan akan Meningkatkan Kinerja PNS

Evi: Sistem Baru Diharapkan akan Meningkatkan Kinerja PNS

Evi, Sistem Baru Diharapkan Akan Meningkatkan Kinerja PNSBANDUNG, matakota.com — Asisten Adminitrasi Umum dan Kepegawaian Setda Kota Bandung Evi S.Sholeha  mengatakan sampai saat ini belum ada perekrutan yang terjadi padahal banyak Aparatur Sipil Negeri (ASN) yang pensiun. “Tidak ada rekrutmen padahal banyak ASN yang pensiun jadi saat ini banyak dinas kekurangan orang. Banyak kepala seksi di Kecamatan yang tidak mempunyai staff yang cukup untuk menunjang kerjanya,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam acara Bandung Menjawab di Ruang Media Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Kamis (09/03/2017).

Lanjutnya, Dengan merujuk kepada SOTK yang baru sedang diadakan Analisis jabatan dan beban kerja. Dengan SOTK yang lama kekurangannya cukup dinamis dan tidak dapat diprediksi.

Selain itu, Evi mengatakan dengan sistem baru Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) mempunyai tanggung jawab setidaknya bekerja secara aktif sebanyak 6000 menit perbulan melalui aplikasi E-RK. “Ketika ada PNS yang tidak bekerja selama 6000 menit, maka kompensasi tidak akan maksimal. Tunjangan daerah dinasmis yang diluncurkan 2017 inti utamanya adalah memberikan kompensasi sesuai kinerja yang dikerjakan sebagai bentuk keadilan Pemerintah Kota Bandung bagi yang rajin dan yang kurang rajin. Sudah dirancang sejak 2015 namunbaru sekarang terlaksana secara baik, dengan ini juga dapat dilihat jumlah PNS jika ada kekurangan,” ucapnya.

Evi menambhakan, data yang dimilikinya pada tahun 2015 sekitar 2700 orang dibutuhkan untuk menempati posisi staff. Terjadi pensiun massal pada setiap tahun, karena dulu ada pengangkatan masal. “Sering terjadi pensiun massal, karena dulu pada jaman saya ada banyak pengangkatan masal. Maka menpan, menghimbau guru-guru yang membantu di sekolah swasta dipindahkan ke negeri, karena sampai saat ini posisi yang banyak kekurangan ialah di tenaga pengajar,” tuturnya.

Sebagai penutup, Evi memiliki harapan dengan kebijakan baru ini dapat meningkatkan kinerja kerja dari PNS, yang harusnya 8000 menit dibuat 6000 menit sebagai toleransi waktu, makan, sholat, istairahat dan keberangkatan dari 1 ke tempat lain saat melaksanakan rapar koordinasi. “Semoga dengan sistem ini kinerja kerja PNS bisa meningkat. Sambil berjalan akan dilakukan evaluasi untuk melihat fungsi sistem ini. Akan terjadi penolakan jika ada staaf yang memasukin aktivitas yang bukan wilayahnya dari atasan,” pungkasnya. (red04)

About andry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*