Home / Regional / All News / Berita Hoax Pembunuhan Ustad HR Prawoto Ramai di Medsos

Berita Hoax Pembunuhan Ustad HR Prawoto Ramai di Medsos

BANDUNG, matakota.com — Heboh terkait pembunuhan ustaz HR Prawoto Komandan Brigade Pemuda Persis, yang menurut keterangan terduga pelaku berinisial AM tinggal di blok Sawah Kelurahan Cigondewah Kidul Kecamatan Bandung Kulon Kota Bandung, mengalami depresi.

Terduga secara kebetulan memakai kaos dengan gambar partai PDI Perjuangan. Atas kejadian itu, dimedia sosial banyak yang mengkapitalisasi demi kepentingan politik menjelang pilkada serentak 2018,  seolah-olah pelaku adalah kader PDI Perjuangan .

“Kami sudah cek keanggotaannya,  karena pelaku beralamat  di kota Bandung. Dan kami pastikan bahwa pelaku bukan angggota apalagi kader PDI Perjuangan,” kata  Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bandung Paul Harol, yang dihubungi Jumat (2/2) di Sekretariat DPC PDIP di Jalan Martanegara Kota Bandung.

Paul menambahkan, untuk itu kami minta aparat hukum dalam hal ini kepolisian agar mengusut pihak – pijhak yang memainkan isue ini. Pelakunya agar segera ditangkap.

“Ini tuduhan keji terhadap partai kami. Dan seluruh kader PDI perjuangan turut bela sungkawa atas meninggalnya ustad HR.Prawoto semoga beliau diberi tempat terbaik disisi Tuhan yang maha kuasa dan diberi ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan,” ujar Paul.

Dengan beredarnya berita pria yang mengenakan kaos partai moncong putih serta disebut merupakan pelaku pembunuhan sadis ustad HR. Prawoto yang viral di media sosial Paul menegaskan bahwa berita-berita itu hoax. “Bohong, bojong, tidak benar berita itu,” tukas Paul.

Dalam keterangannya, kembali Paul menegaskan pelaku pembunuhan tersebut seperti diberitakan berhasil ditangkap dan diamankan. Diduga, pelaku mengalami depresi dan saat ini dilakukan observasi di Rumah Sakit Jiwa Cisarua.

“Pokoknya kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Semoga kita bisa cepat-cepat mengetahui kondisi pelaku yang sebebarnya,” kata Paul.

Ketua Bapilu DPC PDI Perjuangan Kota Bandung ini mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan informasi yang beredar di media sosial. Informasi resmi perihal pembunuhan itu, kata dia, hanyalah informasi yang dikeluarkan oleh pihak kepolisian. “Jangan mudah percaya dengan berita di media sosial. Berita berita yang beredar itu sebaiknya di telusuri dulu kebenarannya,” pungkas Paul. (edi)

About andry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*